Blog Tentang Informasi Tutorial Desain Web Dan Info Terkini

KEISTIMEWAAN TAUHID DAN DOSA-DOSA YANG DIAMPUNI KARENANYA


Firman Allah I :



“Orang-orang yang beriman dan tidak menodai

keimanan (5) mereka dengan kedzhaliman
(kemusyrikan) (6), mereka itulah orang-orang yang
mendapat ketentraman dan mereka itulah orang-orang
yang mendapat jalan hidayah.” (QS. Al An’am: 82).


Ubadah bin Shamit t menuturkan: Rasulullah r

bersabda:



“Barangsiapa yang bersyahadat (7) bahwa tidak

ada sesembahan yang hak (benar) selain Allah saja,
tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba
dan Rasul-Nya, dan bahwa Isa adalah hamba dan
Rasul-Nya, dan kalimat-Nya yang disampaikan
kepada Maryam, serta Ruh dari pada-Nya, dan surga
itu benar adanya, neraka juga benar adanya, maka
Allah pasti memasukkanya kedalam surga, betapapun
amal yang telah diperbuatnya.” (HR. Bukhari &
Muslim).



(5 ) Iman ialah: ucapan hati dan lisan yang disertai dengan perbuatan, diiringi

dengan ketulusan niat karena Allah, dan dilandasi dengan berpegang teguh
kepada sunnah Rasulullah r.
(6 ) Syirik disebut kezhaliman karena syirik adalah menempatkan suatu ibadah
tidak pada tempatnya, dan memberikannya kepada yang tidak berhak
menerimanya.


Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan pula

hadits dari Itban t bahwa Rasulullah bersabda:


“Sesungguhnya Allah I mengharamkan neraka

bagi orang orang yang mengucapkan laa ilaa ha ilalloh dengan
ikhlas dan hanya mengharapkan (pahala melihat)
wajah Allah”.


Diriwayatkan dari Abu Said Al Khudri t bahwa

Rasulullah r bersabda:


“Musa berkata: “Ya Rabb, ajarkanlah kepadaku

sesuatu untuk mengingat-Mu dan berdoa kepada-Mu”,
Allah berfirman:” ucapkan hai Musa  .  Musa
berkata: “ya Rabb, semua hamba-Mu mengucapkan
itu”, Allah menjawab:” Hai Musa, seandainya ketujuh
langit serta seluruh penghuninya –selain Aku- dan
ketujuh bumi diletakkan dalam satu sisi timbangan
dan kalimat  diletakkan pada sisi lain
timbangan, niscaya kalimat   lebih berat
timbangannya.” (HR. Ibnu Hibban, dan Hakim
sekaligus menshahihkan-nya).


Tirmidzi meriwayatkan hadits (yang menurut

penilaiannya hadits itu hasan) dari Anas bin Malik t
ia berkata: "aku mendengar Rasulullah r bersabda:


“Allah I berfirman: “Hai anak Adam, jika engkau

datang kepada-Ku dengan membawa dosa sejagat
raya, dan engkau ketika mati dalam keadaan tidak
menyekutukan-Ku dengan sesuatupun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan
sejagat raya pula”.


Kandungan bab ini:

1. Luasnya karunia Allah U.
2. Besarnya pahala tauhid di sisi Allah I.
3. Dan tauhid juga dapat menghapus dosa.
4. Penjelasan tentang ayat yang ada dalam surat
Al An’am.
5. Perhatikan kelima masalah yang ada dalam
hadits Ubadah.
6. Jika anda memadukan antara hadits Ubadah,
hadits Itban dan hadits sesudahnya, maka
akan jelas bagi anda pengertian kalimat juga kesalahan orang-orang yang tersesat
karena hawa nafsunya.
7. Perlu diperhatikan syarat-syarat yang
disebutkan dalam hadits Itban, (yaitu ikhlas
semata-mata karena Allah, dan tidak
menyekutukan-Nya).
8. Para Nabipun perlu diingatkan akan
keistimewaan
9. Penjelasan bahwa kalimat  berat
timbangannya mengungguli berat timbangan
seluruh makhluk, padahal banyak orang yang
mengucapkan kalimat tersebut.
10. Pernyataan bahwa bumi itu tujuh lapis
seperti halnya langit.
Kitab Tauhid 25
11. Langit dan bumi itu ada penghuninya.
12. Menetapkan sifat-sifat Allah apa adanya,
berbeda dengan pendapat Asy’ariyah (8).
13. Jika anda memahami hadits Anas, maka
anda akan mengetahui bahwa sabda Rasul
yang ada dalam hadits Itban: “sesungguhnya
Allah mengharamkan masuk neraka bagi
orang-orang yang mengucapkan
menyekutukan-Nya”, maksudnya adalah tidak
menyekutukan Allah dengan sesuatupun,
bukan hanya mengucapkan kalimat tersebut
dengan lisan saja.
14. Nabi Muhammad dan Nabi Isa adalah
sama-sama hamba Allah dan Rasul-Nya.
(8 ) Asy’ariyah adalah salah satu aliran teologis, pengikut Syekh Abu Hasan
Ali bin Ismail Al Asy’ari (260 – 324 H = 874 – 936 M). Dan maksud
penulis di sini ialah menetapkan sifat sifat Allah sebagaimana yang
disebutkan dalam Al qur’an maupun As sunnah. Termasuk sifat yang
ditetapkan adalah kebenaran adanya wajah bagi Allah, mengikuti cara yang
diamalkan kaum salaf shaleh dalam masalah ini, yaitu: mengimani
kebesaran sifat sifat Allah yang dituturkan Al qur’an dan As sunnah tanpa
tahrif, ta’thil, takyif dan tamtsil. Adapun Asy’ariyah, sebagian mereka ada
yang menta’wilkannya (menafsirinya dengan makna yang menyimpang
dari makna yang sebenarnya) dengan dalih bahwa hal itu jika tidak
dita’wilkan bisa menimbulkan tasybih (penyerupaan) Allah dengan
makhluk-Nya, akan tetapi perlu diketahui bahwa Syekh Abu Hasan sendiri
dalam masalah ini telah menyatakan berpegang teguh dengan madzhab
salaf shaleh, sebagaimana beliau nyatakan dalam kitab yang ditulis di akhir
hidupnya, yaitu "Al Ibanah ‘an ushulid diyanah" (editor: Abdul Qodir Al
Arnauth, Bairut, makatabah darul bayan, 1401 H) bahkan dalam karyanya
ini beliau mengkritik dan menyanggah tindakan ta’wil yang dilakukan oleh
orang-orang yang menyimpang dari madzhab salaf.
Kitab Tauhid 26
15. Mengetahui keistimewaan Nabi Isa,
sebagai Kalimat Allah(9).
16. Mengetahui bahwa Nabi Isa adalah ruh di
antara ruh-ruh yang diciptakan Allah.
17. Mengetahui keistimewaan iman kepada
kebenaran adanya surga dan neraka.
18. Memahami sabda Rasul: “betapapun
amal yang telah dikerjakannya”.
19. Mengetahui bahwa timbangan (di hari
kiamat) itu mempunyai dua daun.
20. Mengetahui kebenaran adanya Wajah
bagi Allah.




Tag : RELIGI
0 Komentar untuk "KEISTIMEWAAN TAUHID DAN DOSA-DOSA YANG DIAMPUNI KARENANYA"

INFO NEWS UPDATE

loading...
Back To Top